37°C
27 February 2024
Gaya Hidup

Trend Lesung Pipit Pada Generasi Milenial

  • November 14, 2023
  • 3 min read
Trend Lesung Pipit Pada Generasi Milenial

Hibunda – Tercipta dengan lesung pipit menjadi karunia untuk mereka yang memiliki. Masalahnya kekhasan satu ini jadi daya magnet tertentu, terutama di bagian muka seorang.

Saksikan saja lesung pipit yang dipunyai vokalis Ariana Grande, Harry Styles, dan supermodel populer Miranda Kerr. Semua pasti setuju, lesung pipit yang mereka punyai membuat mereka lebih mempesona.

Karena hal itu, sekarang operasi membuat lesung pipit atau yang dikatakan sebagai dimpleplasty menjadi satu diantara operasi yang disukai oleh angkatan millenial sekarang ini.

Trend Lesung Pipit Pada Generasi Milenial

“Argumen kenapa sebagian orang mempunyai lesung pipit dan yang lain tidak ialah, karena mereka tercipta dengan otot muka dan kulit yang keat. Dan tidak seluruhnya orang mempunyai anantomi seperti ini,” kata pakar bedah plastik New York, Darren Smith.

Menurut Wright Jones, pakar bedah plastik dari Atlanta, argumen khusus kenapa operasi membuat lesung pipit palsu benar-benar terkenal ialah karena karena downtime yang sedikit bisa tingkatkan seni muka, dan minimnya keperluan akan anestesi umum.

Bahkan juga, cuma kurang dari 1/2 jam, Anda dapat minta dokter membikinkan “lubang” di pipi Anda. Untuk membikin lesung pipit palsu, pakar bedah akan membuat irisan dalam mulut pasien.

Ia menjelaskan, keinginan dari angkatan millenial pada proses ini bertambah nyaris 3x lipat dalam sekian tahun akhir.

“Di mana akan dibikin cedera irisan yang tersengaja di otot pipi, yang dikenali sebagai buccinator,” menurut Jones.

Otot selanjutnya akan dilekatkan pada permukaan bawah kulit hingga lesung pipit akan kelihatan saat mereka ketawa, tetapi tidak saat muka mereka santai.

Tetapi harus diingat, operasi lesung pipit ini semi tetap. Anda dapat memiliki cuma untuk satu sampai 2 bulan. Sesudah proses, mungkin Anda akan alami lebam dan ngilu .

Untuk memperoleh lesung pipit sementara, Anda mungkin harus keluarkan kantong dimulai dari 800 – 2500 dolar, bergantung tingkat kesusahan. Bagaimana, tertarik membuat?

Trend “Back to School Surgery” di Kelompok Milenial

JANGAN bingung bila anak muda saat ini banyak yang mulai mencoba operasi plastik. Karena, bukti menerangkan jika menurut pakar bedah di Inggris, sekarang terjadi kenaikan segmentasi aktor operasi plastik.

Ya, akhir-akhir ini operasi plastik mulai dilihat angkatan milenial. Perlakuan yang umumnya diputuskan itu memanglah bukan operasi kontur muka keseluruhannya. Perlakuan yang terbanyak diputuskan ialah filler bibir, pembesaran payudara dan pantat, serfa rinoplastik.

Hal lebih mengagetkan ialah argumen operasi plastik yang banyak disampaikan angkatan milenail ialah masalah performa pada tahun tuntunan baru! Karena itu, sekarang ada trend namanya “Back-to-School Surgery”.

Tetapi, tidak semua mempunyai argumen hanya untuk seni, sebagian dari mereka lakukan operasi plastik dengan argumen fungsional; tidak dapat bernafas secara betul lewat hidung mereka yang kekecilan atau mempunyai permasalahan punggung bila payudara terlampau besar.

Berbicara berkenaan trend ini, banyak pendapat menerangkan jika argumen yang banyak disampaikan remaja yang lakukan operasi plastik ialah karena permasalahan bullying dan dampak dari selebritis, sosial media.

Dr Rowe meneruskan, kira-kira lima tahun lalu, dianya menyaksikan sekitaran dua pelajar /minggu sepanjang tahun sekolah dan lima sampai enam sepanjang musim panas tiba kepadanya untuk perlakuan operasi plastik. “Saat ini saya menyaksikan sekitaran lima sampai tujuh /minggu sepanjang massa sekolah dan itu naik jadi 12 sampai 15 sepanjang bulan-bulan di panas musim ini,” ikat Dr Rowe.

Menyikapi trend ini, Dr Rowe sebagai dokter bedah merasa cemas. Bagaimana tidak, trend ini tentu saja cukup beresiko untuk remaja yang mana perkembangan badannya tetap berkembang. “Saya tidak paham mengapa, tetapi yang terang, waktu masuk tahun tuntunan baru, umumnya banyak remaja sekolah yang ingin lakukan operasi plastik,” jelasnya.

About Author

Ayu Dwi Amira