37┬░C
27 February 2024
Kehamilan

Tips Kehamilan Bagi Wanita Pengidap Miom

  • September 28, 2023
  • 4 min read
Tips Kehamilan Bagi Wanita Pengidap Miom

Hibunda – Miom bisa mengakibatkan permasalahan kesuburan atau infertilitas. Tetapi, tidak berarti Bunda tidak dapat hamil atau jalani program hamil waktu mempunyai miom ya.

Berdasar riset yang diedarkan dalam BMC Publik Health 2023, kasus miom di tahun 2019 capai 226 juta di penjuru dunia, di mana 9,64 juta salah satunya adalah kasus baru. Sekitaran 20 sampai 25 % kasus mioma diketemukan pada wanita berumur produktif, dan 30 sampai 40 % pada wanita berumur di atas 40 tahun.

Di Indonesia, statistik kasus miom sendiri belum sempat dijumpai dengan tentu. Tetapi, sebuah study di salah satunya rumah sakit di Bandung di tahun 2015 mengatakan jika kasus baru miom sekitar di antara 6,43 sampai 12,46 %. Study ini diedarkan dalam Althea Medical Journal tahun 2015.

Tips Kehamilan Bagi Wanita Pengidap Miom

Menurut Dokter specialist Obstetri dan Ginekologi, dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG, mioma (miom) atau fibroid kandungan adalah perkembangan otot dan jaringan yang tercipta dalam atau pada dinding kandungan. Ini umumnya adalah tumor jinak yang biasa terjadi pada wanita.

“Miom bisa memunculkan beragam tanda-tanda seperti ngilu, keputihan periode panjang, kerap membuang air kecil, sembelit, pembesaran perut, sampai pendarahan vaginal yang berat dan tidak teratur. Meskipun begitu, beberapa wanita pun tidak memiliki gejala hingga tidak mengetahui jika dianya menderita fibroid,” kata Sigit pada acara Penyeluncuran Servis Focused Ultrasound Ablation (FUA) di RS Abdi Waluyo, Selasa (19/9/23).

Faktor dampak negatif miom

Faktor-faktor dampak negatif miom ini mencakup:

  • Umur
  • Telat menopause
  • Kisah miom di keluarga
  • Kegemukan atau berat tubuh berlebihan
  • Tidak mempunyai anak

“Mereka yang mempunyai faktor dampak negatif pasti perlu waspada. Jika sudah terserang, pasti harus selekasnya ditangani,” tutur Sigit.

“Umumnya miom memanglah tidak mengakibatkan kompleksitas serius, tetapi jika didiamkan bisa memunculkan ngilu, pendarahan luar biasa yang mengakibatkan anemia berat, infertilitas dan keguguran (walau jarang),” tambahnya.

Bunda yang mempunyai miom masih tetap bisa program hamil. Ada cara-cara yang dapat dilaksanakan. Apa sajakah?

Program hamil dengan miom

Kemungkinan penderita miom untuk hamil akan bergantung dari lokasi dan besar miom yang dirasakan, Bunda. Menurut Sigit, miom yang terjadi dalam rongga kandungan memungkinkan mengakibatkan permasalahan kesuburan pada wanita.
Kebalikannya, miom yang berada di luar rongga kandungan, tidak mempengaruhi kesuburuan. Bunda justru dapat memperoleh kehamilan dengan alami, tanpa jalani proses bayi tabung.

Program Tips Kehamilan Bagi Wanita Pengidap Miom

“Itu bergantung tempat dari miom sendiri, dan besarnya. Jika miomnya ada dalam rongga kandungan yang memengruhi susunan kandungan, itu dapat mengusik implantasi, pada akhirnya tidak dapat subur karena embrio yang telah tercipta tidak dapat melekat dalam kandungan,” kata Sigit.

“Tapi, jika miom tumbuh keluar rongga kandungan, itu dengan kehamilan spontan ibaratnya tanpa kontribusi (bayi tabung) bisa juga (hamil),” tambahnya.

Walau demikian, semua bisa dikuasai ukuran miom, Bunda. Jika miom yang tumbuh di luar rongga kandungan memiliki ukuran besar, kemungkinan ini dapat memberi penekanan di organ itu, sampai pada akhirannya mempengaruhi kesuburan.

“Dari besarnya disaksikan. Kemungkinan tempatnya di luar, tetapi (ukuran) besar. Itu bisa juga mendesak rongga kandungan, bisa juga membuat wanita susah memperoleh turunan dengan alami,” ungkapkan Sigit.

Jika Bunda merencanakan untuk hamil tetapi mempunyai miom, Sigit merekomendasikan untuk check dahulu lokasi dan ukuran miom lewat pemeriksaan klinis, seperti USG atau MRI. Disamping itu, janganlah lupa untuk memperhatikan transisi haid dan tidak ada atau adanya faktor kisah keluarga dari suami.

“Pertama check dahulu bagaimana lokasi dan tempatnya miom. Rerata ukuran di atas 5 cm telah ada masalah, menjadi kemungkinan jika di bawah itu tidak menggangu dinding kandungan, ya bisa jadi hamil seperti umumnya. Disamping itu, perhatikan transisi haid, dan pasangan yang bisa juga memberi faktor,” tutur Sigit.

Jalani perlakuan FUA saat sebelum promil

Pengatasan miom saat sebelum program hamil bisa dilaksanakan. Misalkan, Bunda bertindak operasi pengangkatan miom atau tehnologi terkini dengan Focused Ultrasound Ablation (FUA)

FUA adalah sistem non-invasif yang memfokuskan sinaran ultrasonografi ke sasaran tempat yang sakit untuk memunculkan kematian jaringan di tempat sasaran (miom), tanpa menghancurkan organ disekelilingnya. Menurut Secretary General of International Society of Minimally Agresive and Virtual Surgery (ISMIVS), Prof. Zhang Lian, kesuksesan FUA akan ditetapkan dari posisi, ukuran, dan lokasi miom. Sesudah proses, rerata kehamilan bisa terjadi 3 sampai enam bulan.

“Sesudah lakukan High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) seperti FUA, dampak negatif berlangsungnya ruptur benar-benar kecil, sama dengan operasi pengangkatan miom lain, menjadi cukuplah aman jika sesudah perlakuan ini hamil,” tutur Zhang Lian dalam peluang yang masih sama.

About Author

Ayu Dwi Amira