37°C
27 February 2024
Parenting

Terbukti Pendidikan Jepang yang Luar Biasa

  • November 17, 2023
  • 4 min read
Terbukti Pendidikan Jepang yang Luar Biasa

Hibunda – Pendidikan dan style pengasuhan anak di negara Jepang memang sebelumnya tidak pernah membuat orangtua stop terpana. Bukan tanpa argumen, ada beberapa tuntunan yang diberikan ke anak di Jepang yang bahkan juga tidak diprioritaskan di Indonesia, Bunda.

Sama dengan Indonesia, Jepang mengharuskan anak untuk masuk SD sepanjang enam tahun. Sesudahnya, mereka juga meneruskan sekolah sepanjang tiga tahun di SMP dan tiga tahun di SMA.

Terbukti Pendidikan Jepang yang Luar Biasa

Merilis dari situs Japan Nakama, minimal ada 58,1 % anak meneruskan study ke perguruan tinggi. Dalam pada itu, sekitaran 23,8 % masuk ke dalam sekolah kejuruan.

Walau ada kemiripan di antara sekolah Jepang dan Indonesia, ada pula sejumlah faktor sekolah Jepang yang dapat menjadi culture shock. Dengan mekanisme pendidikannya sendiri, Jepang sudah secara berdikari membuat angkatan muda yang serasi, Bunda.

Bukti pendidikan di Jepang

Ada banyak bukti pendidikan di Jepang yang penting Bunda kenali. Mencuplik dari beragam sumber, berikut Bubun tolong rangkumkan jejerannya:

  1. Pelajar sapu dan mengepel

Beberapa sekolah di Jepang akan memberi waktu untuk beres-beres sepanjang 30 menit sehari-harinya, Bunda. Ini sudah diaplikasikan semenjak anak duduk di kursi TK, lho.

Menurut situs Japan Nakama, semua pelajar harus bersihkan sisi sekolah termasuk ruangan kelas, tangga, perpustakaan, ruangan seni, ruangan musik, dan lain-lain. Sesudahnya, seorang pelajar yang pimpin atau ketua kelas akan memanggul guru dan mengecek kebersihan.

  1. Ketentuan mengenai makan siang

Dikutip dari situs CNBC Make It, lebih dari 95 % SD dan SMP di Jepang memiliki mekanisme makan siang sekolah. Makanan diperkirakan oleh pakar nutrisi, tapi pelajar berperanan aktif pada proses penyuguhan makan siang.

Guru TK umumnya minta beberapa pelajar untuk mengulas isi kotak bento masing-masing. Ini membuat waktu makan siang jadi menggembirakan, beberapa anak juga menjadi merasa tergerak untuk coba makanan baru.

Pilih makan siang bento dibanding makanan cepat sajian memungkinkannya beberapa anak memperoleh jatah sayur dan buah-buahan yang stabil. Tidak itu saja, hal ini menghindar dari mengonsumsi makanan berlemak tinggi dan bahan tambahan makanan.

  1. Menjelaskan kata tolong

Rutinitas yang ini bisa juga Bunda aplikasikan ke Sang Kecil. Beberapa beberapa anak pada usia awal sering lupakan kata ‘tolong’ waktu minta bantuan pertolongan seseorang. Tetapi, beberapa anak di Jepang tidak malu menjelaskan kata tolong ke seseorang.

  1. Memprioritaskan minum air putih

Melihat dari situs CNBC Make It, cafein menjadi satu diantara kandungan dalam minuman yang terbatasi atau dijauhi di Jepang, termasuk pada beberapa anak. Oleh karena itu, mengonsumsi minuman tanpa cafein juga jadi penting.
Termasuk dengan memprioritaskan minum air putih atau juga bisa teh barley, yang kaya mineral tanpa cafein. Ini ialah opsi terkenal di kelompok masyarakat Jepang dari semua umur.

  1. Mengolah makanan banyak mengandung nutrisi dengan setahap

Saat mengolah dan mempersiapkan perbekalan, orangtua di Jepang terlatih untuk lakukan segalanya dengan setahap. Contohnya, mempersiapkan acar simpel bikinan sendiri dan membekukan sayur supaya proses mengolah menjadi lebih ringkas.

Disamping itu, sejumlah sekolah mempunyai ketentuan khusus berkaitan perbekalan. Termasuk seperti tidak bawa perbekalan berbentuk camilan yang lebih tinggi gula atau lemak, seperti keripik dan kue.

  1. Pergi sekolah sendiri

Di Jepang, beberapa anak ke sekolah seorang diri tanpa kontribusi orangtua mereka. Ini dikatakan sebagai salah satunya langkah mengajarkannya tumbuh jadi anak yang berdikari.

Rutinitas ini mulai diaplikasikan saat anak berumur enam tahun, Bunda. Untuk membiasakannya, ada program latihan kedatangan sekolah barisan di mana beberapa anak lebih tua pimpin beberapa anak lebih muda dari wilayah yang masih sama ke sekolah.

  1. Menolong orangtua

Dalam seri Old Enough yang tampil di Netflix, beberapa anak kerap kali dengan suka hati menolong orangtua mereka. Satu diantaranya ialah mengantar barang yang ketinggalan, Bunda.

Bunda dapat memberikan hal itu dengan mengajari Sang Kecil untuk sensitif pada seseorang. Contohnya dengan menolong ART yang repot bersihkan rumah atau menolong Bunda mengolah.

Teh barley adalah alternative yang dipandang bagus untuk teh manis dan minuman beraroma yang dibeli ke toko. Konsumsi tipe teh ini menolong kurangi konsumsi kalori harian.

About Author

Ayu Dwi Amira