37°C
27 February 2024
Menyusui

Tandai ASI Basi Dari Lemak ASI yang Terpisah

  • November 25, 2023
  • 3 min read
Tandai ASI Basi Dari Lemak ASI yang Terpisah

Hibunda – Saat diletakkan di freezer dan dikeluarkan, sering Bunda merasakan lemak ASI terpisahkan. Nach, apa lemak ASI terpisahkan pertanda ASI basi ya, Bunda? Dan kenapa hal itu dapat terjadi?

Untuk Bunda yang memeras ASI mungkin terlatih menyaksikan jika warna ASI berlainan di antara susunan bawah dan atas, khususnya saat diletakkan di freezer. ASI lemak dan ASI lebih encer terpisahkan di antara sisi bawah dan atas.

Umumnya, susunan lemak ASI perah mencolok pada bagian atas, serupa dengan susu sapi, dan sisi yang lain lebih encer di bawah. Ini sebetulnya normal terjadi dan bukan jadi hal yang penting dicemaskan berkaitan kualitas ASI tersebut ya, Bunda.

Tandai ASI Basi Dari Lemak ASI yang Terpisah

Pemicu lemak ASI terpisahkan

Pembagian lemak ASI muncul karena creaming atau pembagian cream-top. Ini ialah proses alami yang didorong dengan ketidaksamaan kepadatan elemen susu, Bunda. Gumpalan lemak dalam ASI memang semakin lebih besar dibanding elemen susu yang lain dan mempunyai kepadatan lebih rendah. Mengakibatkan, condong naik ke atas dan membuat susunan cream yang tidak sama.

Banyak ibu menyusui memerhatikan pembagian lemak ASI dalam botol ASI yang dipompanya. Lemak ASI itu membuat sumbatan susu pada bagian atas botol. Sering susunan lemak ASI itu terlihat tebal dan terpisahkan pada bagian atas.

Apa ASI masih bagus bila lemak ASI terpisahkan?

Bila ini terjadi, tenang saja ya. Kualitas ASI Bunda masih baik saja, meskipun lemak ASI terpisahkan jadi sejumlah susunan. ASI adalah kombinasi unik di antara protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, enzim, dan beragam elemen bioaktif.

Kandungan lemak ASI yang beberapa ada pada ASI penting untuk tumbuh berkembang dan perubahan otak bayi. Ini menyumbangkan sekitaran 3-5 % dari keseluruhan volume susu dan bertanggungjawab atas kepadatan energi susu. Dan, gumpalan lemak ini tambah berat dibanding elemen susu yang lain yang dengan alami mengakibatkan pembagian lemak ASI seperti d ikutip dari situs Workbreastfeedmom.

Beberapa faktor yang memengaruhi pembagian lemak ASI umumnya karena sejumlah hal berikut ya, Bunda:

  1. Waktu dan temperatur

Sesudah diperah dan diletakkan dalam waktu yang lama, ASI dengan alami akan terpisahkan jadi sejumlah susunan. Temperatur lebih tinggi bisa percepat mekanisme pembelahan, dan temperatur lebih rendah bisa perlambatnya. Pengocokan atau pembekuan dan pencairan ASI yang kuat bisa mempengaruhi pembagian lemak.

  1. Waktu

Kandungan lemak ASI bisa bervariatif dari 1 ibu ke ibu yang lain serta pada ibu yang masih sama sepanjang menyusui. Kandungan lemak umumnya semakin tinggi pada hindmilk dibanding foremilk. Saat sesion menyusui atau memompa berjalan, ASI akan dilepaskan hingga kandungan lemak dalam ASI jadi lebih tinggi.

Sejumlah riset memperlihatkan jika kandungan lemak condong semakin tinggi pada susu yang dibuat di sore hari, seperti sore dan malam hari. Stok susu condong lebih rendah di sore hari dibanding saat pagi hari.

Karena itu, logis bila supply ASI semakin sedikit, ASI yang ada semakin lebih berlemak serta lebih mengenyangkan untuk bayi.

Apa yang perlu dilaksanakan bila lemak ASI terpisahkan?

Saat Bunda siap memberikan makan bayi dengan ASI perah, putar perlahan-lahan tempatnya di mana langkah ini akan menolong susunan itu bersatu. Sisi ASI lebih kental dan mungkin melekat disebelah tempat penyimpanan semakin lebih gampang lenyap bila Bunda menyiraminya air hangat ke sisi luar tempat seperti disebutkan Renee Kam, IBCLC, seorang Konselor Laktasi d ikutip dari situs Bellybelly.

Bunda tidak butuh cemas dengan keadaan lemak ASI terpisahkan karena fokus lemak pada ASI benar-benar ditetapkan oleh derajat kepenuhan payudara. Makin penuh payudara, makin rendah fokus lemaknya. Makin kosong payudara, makin tinggi fokus lemaknya.

Tersebut pembahasan berkenaan background kenapa lemak ASI sering terpisahkan ya, Bunda. Bukan pertanda ASI telah basi, tetapi dapat ditangani langkah pas saat mencairkan. Masih tetap semangat mengASIhi dan mudah-mudahan infonya menolong ya, Bunda.

About Author

Ayu Dwi Amira