37°C
27 February 2024
Kesehatan

Tanda Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Atasi

  • Oktober 23, 2023
  • 4 min read
Tanda Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Atasi

Hibunda – Bukan hanya orang dewasa, zat besi untuk bayi juga penting dan harus terpenuhi. Kekurangan zat besi pasti dapat mempunyai potensi mengusik tumbuh berkembang bayi. Ketahui ciri-ciri bayi Anda kekurangan zat besi dan langkah menanganinya secara tepat di bawah ini.

Apa itu kekurangan zat besi pada bayi?

Zat besi benar-benar diperlukan untuk mendukung perkembangan dan perubahan bayi. Kekurangan atau defisiensi zat besi adalah pemicu khusus dari penyakit anemia pada bayi.

Defisiensi zat besi muncul karena kandungan zat besi pada tubuh bayi tidak sesuai keperluannya.

Tanda Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Atasi

Berdasar Angka Kecukupan Nutrisi (AKG) 2019 oleh Kementerian Kesehatan, keperluan zat besi bayi sesuaikan dengan bentang umurnya yaitu seperti berikut.

  • 0—5 bulan sebesar 0,3 mg setiap hari.
  • 6—11 bulan sejumlah 11 mg setiap hari.
  • 1—2 tahun sejumlah 7 mg setiap hari.

Bayi yang baru lahir simpan cadangan zat besi dalam badannya. Tetapi, tetap mereka membutuhkan zat besi tambahan.

Bukan hanya dari suplemen, tapi juga dari ASI dan makanan pengiring (MPASI).

Beberapa ciri bayi yang kekurangan zat besi

Bayi memerlukan zat besi supaya otak mereka berkembang dengan normal. Bayi yang kekurangan zat besi kerap kali mempunyai pertanda kurang aktif secara fisik dan berkembang lebih lamban.

Merilis jurnal Paediatrics Child Health, ada beberapa ciri yang lain kemungkinan dapat Anda perhatikan saat bayi kekurangan zat besi, salah satunya seperti berikut.

  • Bertambahnya berat tubuh yang lamban.
  • Kulit pucat.
  • Bayi tidak selera makan.
  • Gampang geram atau rewel.

Selanjutnya pada tahapan lanjut, beberapa ciri yang diperlihatkan dari bayi yang kekurangan zat besi ialah seperti berikut.

  1. Gampang capek

Bayi dapat gampang capek saat kekurangan zat besi karena ketahanan badannya turun. Ini membuat dia lebih rawan alami infeksi terus-terusan.

Misalkan, bayi tidak berhenti-hentinya alami batuk, pilek, demam, dan diare dengan berganti-gantian.

  1. Daya berpikir terhalang

Disamping itu, daya pikirnya terhalang karena perubahan otak anak alami ketertinggalan.

Ini mempunyai potensi turunkan kepandaian bayi hingga tidak sama dengan rekan sepantarannya.

  1. Alami anemia

Bila keadaan keperluan zat besi yang tidak tercukupi ini didiamkan dalam periode panjang, bayi mungkin alami anemia defisiensi besi.

Parahnya, keadaan ini dapat berbuntut pada perkembangan anak yang terhalang sampai alami stunting dengan ciri-ciri badan anak pendek.

Siapa pun bayi yang beresiko alami kekurangan zat besi?
Dalam masalah ini, bayi yang beresiko tinggi alami beberapa ciri kekurangan zat besi ialah seperti berikut.

  • Lahir prematur atau mempunyai berat tubuh lahir rendah.
  • Minum susu sapi atau susu kambing saat sebelum umur satu tahun.
  • Dikasih ASI, tetapi tidak diberi makanan pengiring ASI yang memiliki kandungan zat besi sesudah umur enam bulan.
  • Minum susu formulasi yang tidak diperkaya zat besi.
  • Bayi minum susu sapi, susu kambing, atau susu kedelai lebih dari sekitaran 710 mililiter satu hari.
  • Mempunyai keadaan kesehatan tertentu, seperti infeksi akut.
  • Terkena timbal.
  • Kekurangan makan makanan kaya zat besi.
  • Berat badan yang berlebih atau kegemukan pada anak.

Bagaimanakah cara menangani bayi kekurangan zat besi?

Salah satunya pemicu khusus kekurangan zat besi pada sang Kecil ialah kurangnya perhatian orang-tua pada kandungan zat besi yang dipersiapkan pada makanan untuk bayi (MPASI).

“Kerap kali orang-tua lebih memerhatikan kandungan karbohidrat dan cuma masukkan sayur tanpa betul-betul hitung konsumsi zat besi dan nutrisi yang lain pada MPASI,” tutur Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, seorang profesor nutrisi medik.

Karena itu, memerhatikan konsumsi pada makanan adalah salah satunya langkah untuk menghambat dan menangani kekurangan zat besi pada bayi.

Sepanjang enam bulan awal, bayi yang disusui akan memperoleh zat besi yang sejumlah tidak banyak dari ASI.

Bila menyusui bukan opsi, pakai susu formulasi bayi yang diperkaya zat besi dan dibeli ke toko untuk 12 bulan awal. Formulasinya harus dengan bahan dasar susu sapi.

Demikian bayi konsumsi makanan padat, jumlah zat besi yang mereka perlukan bergantung pada umur mereka.

Bila dibutuhkan, pertanda kekurangan zat besi yang muncul di bayi dapat ditangani pemberian suplemen zat besi untuk anak atas referensi dokter.

Prof. Tati, demikian panggilan dari Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, merekomendasikan tidak untuk memberi suplemen pada bayi yang telah berumur enam bulan.

“Suplemen untuk bayi yang bisa makan MPASI baru bisa diberi bila pemberian MPASI kaya zat besi tidak mempan,” tutur Prof. Tati.

Harus diingat jika pemberian suplemen dalam periode panjang jangan sampai bawa efek, seperti bayi kelebihan zat besi.

Bila sangsi, seharusnya konsultasi sama dokter. Dengan demikian, Anda dapat temukan langkah yang pas untuk menangani tanda-tanda kekurangan zat besi pada bayi Anda.

About Author

Ayu Dwi Amira