37┬░C
27 February 2024
Kehamilan

Remaja Wajib Ketahu 7 Risiko Hamil Usia Muda Akan Kamu Alami

  • Januari 25, 2024
  • 3 min read
Remaja Wajib Ketahu 7 Risiko Hamil Usia Muda Akan Kamu Alami

Hibunda – Kehamilan usia muda adalah kehamilan yang terjadi pada wanita di bawah usia 20 tahun. Kehamilan dini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti hubungan seksual di usia muda, pemerkosaan, atau kegagalan alat kontrasepsi.

Kehamilan usia muda memiliki berbagai risiko, baik bagi ibu maupun bayi. Risiko kehamilan usia muda bagi ibu meliputi:

  • Risiko kematian ibu. Risiko kematian ibu akibat kehamilan dini lebih tinggi daripada wanita yang hamil di usia yang lebih tua.
  • Komplikasi kehamilan. Wanita yang hamil di usia dini lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, eklamsia, dan persalinan prematur.
  • Gangguan kesehatan jangka panjang. Wanita yang hamil di usia dini lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan jangka panjang, seperti kanker serviks, diabetes, dan penyakit jantung.

Risiko kehamilan usia muda bagi bayi meliputi:

  • Kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu hamil dini lebih berisiko lahir prematur. Bayi prematur lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, gangguan pertumbuhan, dan kelainan bawaan.
  • Berat badan lahir rendah. Bayi yang lahir dari ibu hamil dini lebih berisiko lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). BBLR juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan pada bayi.
  • Kelainan bawaan. Bayi yang lahir dari ibu hamil dini lebih berisiko mengalami kelainan bawaan.

Berikut adalah 7 risiko kehamilan usia muda secara lebih rinci:

1. Risiko kematian ibu

Risiko kematian calon ibu akibat kehamilan dini adalah 2 sampai 3 kali lebih tinggi daripada wanita yang hamil di usia yang lebih tua. Hal ini dikarenakan organ reproduksi wanita yang masih belum matang di usia muda.

2. Komplikasi kehamilan

Wanita hamil di usia dini lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, eklamsia, dan persalinan prematur. Preeklamsia adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam urine, dan bengkak pada tangan dan kaki. Eklamsia adalah komplikasi preeklamsia yang ditandai dengan kejang. Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu.

3. Gangguan kesehatan jangka panjang

Wanita yang hamil di usia dini lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan jangka panjang, seperti kanker serviks, diabetes, dan penyakit jantung. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim. Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Penyakit jantung adalah penyakit yang menyerang jantung.

4. Kelahiran prematur

Bayi yang lahir dari ibu hamil dini lebih berisiko lahir prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, gangguan pertumbuhan, dan kelainan bawaan.

5. Berat badan lahir rendah

Bayi yang lahir dari ibu hamil dini lebih berisiko lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. BBLR juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan pada bayi.

6. Kelainan bawaan

Bayi yang lahir dari ibu hamil dini lebih berisiko mengalami kelainan bawaan. Kelainan bawaan adalah kondisi yang terjadi sejak lahir dan dapat berupa fisik maupun mental.

7. Dampak sosial dan ekonomi

Kehamilan usia muda dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial dan ekonomi wanita dan keluarganya. Wanita yang hamil di usia muda lebih berisiko putus sekolah, kehilangan pekerjaan, dan hidup dalam kemiskinan.

Kehamilan usia muda dapat berdampak negatif pada kehidupan ibu dan bayi. Oleh karena itu, penting untuk mencegah kehamilan dini. Pencegahan kehamilan dini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • Pendidikan seks. Pendidikan seks yang komprehensif dapat membantu remaja memahami tentang seks dan cara untuk melindungi diri dari kehamilan dan penyakit menular seksual.
  • Akses terhadap alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi dapat membantu remaja untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Dukungan keluarga dan masyarakat. Dukungan keluarga dan masyarakat dapat membantu remaja untuk menghindari hubungan seksual di usia muda.

Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami kehamilan dini, penting untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Perawatan medis yang tepat dapat membantu untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran.

About Author

Ayu Dwi Amira