37┬░C
27 February 2024
Kehamilan

Pola Makan Buruk Saat Kehamilan Resiko Lahirkan Anak Mudah Cemas

  • Oktober 11, 2023
  • 3 min read
Pola Makan Buruk Saat Kehamilan Resiko Lahirkan Anak Mudah Cemas

Hibunda – Memperhatikan keperluan gizi yang masuk ke badan penting sepanjang kehamilan. Karena, apa yang masuk ke badan Bunda dapat memengaruhi Sang Kecil dalam kandungan.

Banyak riset sudah menunjukkan jika skema makan benar-benar punya pengaruh pada perubahan bayi semenjak dalam kandungan sampai dilahirkan. Seperti salah satunya riset yang mengatakan jika skema makan tidak sehat saat hamil beresiko untuk melahirkan anak yang gampang kuatir dan depresi.

Lalu seperti apakah dampak skema makan dengan keadaan anak saat dilahirkan?

Keutamaan jaga skema makan

Merilis dari situs Radio New Zealand, skema makan saat hamil mempunyai peran yang penting pada kesehatan mental dan fisik bayi saat dilahirkan. Oleh karena itu, Bunda yang hamil seharusnya menghindar dari skema makan yang kurang sehat, satu diantaranya konsumsi ultra processed food.

Pola Makan Buruk Saat Kehamilan Resiko Lahirkan Anak Mudah Cemas

Ultra processed food jadi makanan yang umum dan kerap dimakan oleh ibu hamil. Walau sebenarnya, makanan tipe ini mempunyai dampak yang buruk apabila dimakan seringkali saat trimester 3 kehamilan, karena itu dapat tingkatkan dampak negatif melahirkan anak yang gampang kuatir dan depresi.

“Ketaatan ibu pada skema makan sehat pada trimester ke-3 secara krusial berkaitan dengan lajur tanda-tanda stres dan kekhawatiran anak,” kata psikiater medis dari Kampus Canterbury, Profesor Julia Rucklidge.

Apa itu ultra processed food?

Ultra processed food ialah makanan yang sudah lewat proses pemrosesan berulang-kali. Banyak makanan yang termasuk ultra processed food dipertambah pengawet dengan jumlah besar.

Ultra processed food harus dijauhi karena umumnya memiliki kandungan beberapa zat bikinan yang buruk jika dimakan dalam waktu yang lama. Disamping itu, konsumsi tipe makanan ini bisa juga tingkatkan dampak negatif tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit serangan jantung, dan stroke.

Saat hamil konsumsi, makanan yang termasuk ultra processed food harus dijauhi. Bunda lebih dianjurkan untuk banyak konsumsi makanan sehat yang mengambil sumber berbahan alami. Disamping itu, Bunda bisa mengaplikasikan skema makan mediterani yang banyak memiliki faedah untuk Sang Kecil semenjak dalam kandungan sampai dia lahir.

Diet mediterani

Merilis dari CNN, diet mediterani ialah skema makan yang mengutamakan mengonsumsi makanan simpel terutama yang mengambil sumber dari tumbuhan. Diet mediterani mempunyai banyak faedah jika dilaksanakan saat hamil, Bunda.

Salah satunya faedahnya bisa tingkatkan kekuatan sosial anak karena kurangnya beberapa bahan yang tidak alami masuk ke badan. Disamping itu, kekuatan kognitif anak yang lahir dari ibu yang mengaplikasikan skema makan ini bisa dibuktikan semakin tinggi dibanding anak dari ibu yang tidak melakukan.

Makanan yang dapat dimakan

Saat jalankan skema makan mediterani, Bunda tidak harus merasa terhimpit atau merasa terbatasi saat konsumsi makanan. Saat jalani skema makan ini, Bunda bisa konsumsi beragam tipe makanan, salah satunya:

  • Sayur-sayuran seperti tomat, brokoli, kale, bayam, bawang, kembang kol, wortel, dan lain-lain.
  • Buah-buahan seperti pel, pisang, jeruk, pir, strobery, anggur, kurma, dan lain-lain.
  • Kacang-kacangan seperti almond atau kacang tanah.
  • Telur ayam dan telur bebek.
  • Daging ikan dan seafood.
  • Makanan yang tidak dapat dimakan

Saat mengaplikasikan diet mediterani, Bunda harus juga batasi atau menghindar dari beberapa minuman dan makanan, misalnya:

  • Gula tambahan pada makanan paket.
  • Roti, keripik, krupuk, dan pasta.
  • Makanan yang dimasak kelamaan dan memiliki kandungan lemak jahat.
  • Daging olahan seperti sosis.
  • Makanan cepat sajian.

Jika sedang hamil, pastikan Bunda selalu memperhatikan konsumsi makanan yang masuk ke badan ya. Sedapat mungkin jauhi ultra processed food dan aplikasikan skema makan sehat seperti diet mediterani. Mudah-mudahan info ini berguna ya, Bunda.

About Author

Ayu Dwi Amira