37°C
27 February 2024
Parenting

Mengenali Karakter Anak Pertama dan Panduan Skema Asuh

  • November 4, 2023
  • 3 min read
Mengenali Karakter Anak Pertama dan Panduan Skema Asuh

Hibunda – Anak sulung atau pertama pasti mempunyai karakter dan karakter tertentu, termasuk perfeksionis. Lalu, bagaimanakah cara dan panduan mengasuh mereka, ya?

Anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu, mempunyai karakter yang berbeda. Anak sulung bahkan juga disebutkan mempunyai karakter yang menyukai menggantikan.

Mengenali Karakter Anak Pertama dan Panduan Skema Asuh

Anak bungsu kerap memperlihatkan karakter melawan dan memberi kesan-kesan ‘sindrom anak bungsu’ yang lebih besar. Dalam pada itu, anak tengah ialah deskripsi dari karakter diplomasi dan sepakat.

Sindrom anak bungsu/tengah/paling tua

Dikutip dari situs Parents, istilah seperti ‘sindrom anak bungsu’ dan ‘sindrom anak tertua’ kemungkinan kerap kedengar dalam telinga ya, Bunda. Tetapi, ini tidak merujuk pada keadaan klinis atau psikis tertentu. Beberapa istilah ini merujuk pada beberapa ciri yang umum dilihat pada anak berdasar posisi posisi kelahirannya.

Sindrom anak bungsu diasumsikan karakter yang gampang berkawan, lucu, dan rileks. Dan anak dengan sindrom anak paling tua kerap kali disangkutkan karakter bertanggungjawab, berambisi, dan optimis.

Posisi kelahiran cuma menerangkan sejumlah kecil siapa diri anak. Tetapi, ketidaksamaan personalitas pasti ada setiap saudara kandungan.

“Peranan yang diambil oleh saudara kandungan tersebut yang mengakibatkan ketidaksamaan sikap,” kata penulis buku Born to Rebel, Frank Sulloway, PhD, d ikutip situs Parents.

Ciri-ciri anak sulung

Anak sulung atau anak pertama akan meng ikuti instruksi orang tuanya, Bunda. Karenanya, mereka kerap menggantikan tanggung-jawab dan berkepercayaan diri yang besar sekali.

Menurut penulis buku The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are, Kevin Leman, PhD, anak sulung mempunyai karakter ini karena mereka tidak mempunyai kakak yang bisa memikat mereka saat belajar. Disamping itu, orang dewasa memandang anak sulung lebih serius hingga keyakinan dianya semakin tinggi.

Anak sulung biasanya benar-benar gampang jadi perfeksionis, Bunda. Mereka menyaksikan orang dewasa dengan pemikiran berlainan dan ingin lakukan semua sesuatunya secara betul di kesempatan pertama.

Karenanya, anak sulung kemungkinan menampik untuk tuangkan susunya sendiri atau memberi warna sendiri karena mereka tidak mau membuat kekeliruan. Sayang, ciri-ciri ini mengakibatkan mereka susah mengaku kekeliruan.

Lalu, bagaimana panduan mengasuh anak sulung supaya tidak jadi anak yang perfeksionis? Baca secara lengkap pada situs selanjutnya, ya.

Panduan mengasuh anak sulung

Mencuplik situs Parents, ada banyak panduan yang dapat Bunda kerjakan supaya anak sulung mempunyai jiwa kepimpinan dan tanggung-jawab dan terbebas dari karakter perfeksionis. Berikut jejerannya:

  1. Keinginan lebih rendah

Orangtua condong melihat anak sulung sebagai anutan dari adiknya. Ini malah menjadi penekanan besar untuk mereka, Bunda.

Saat mengasuh anak sulung, Bunda harus menghindar dari kata ‘Seharusnya kamu…’. Contohnya, ‘Seharusnya kamu dapat jadi lebih baik’.

  1. Menawarkan hak spesial

Walaupun Bunda memberi tanggung-jawab extra ke anak sulung, beri sejumlah hak spesial yang dapat mereka peroleh. Contohnya saja jam tidur lebih lamban atau terlarut.

  1. Entengkan tanggung jawabannya

Menurut dokter anak dan penulis buku Touchpoints 3 to 6: Your Child’s Emotional and Behavioral Development, T. Berry Brazelton, MD, Bunda dapat memudahkan tanggung-jawab anak sulung.

“Benar-benar gampang untuk memberi kebanyakan tanggung-jawab pada anak pertama,” terangnya.

Dengan tanggung-jawab yang enteng, anak sulung akan menolong Bunda secara suka-rela. Contohnya saja mereka akan membawa bermainan si adik atau popok. Tetapi, jangan menginginkan ini selama waktu, ya.

About Author

Ayu Dwi Amira