37┬░C
28 February 2024
Kehamilan

Melahirkan di Atas 30 Tahun Membuat Bunda Umur Panjang

  • November 3, 2023
  • 3 min read
Melahirkan di Atas 30 Tahun Membuat Bunda Umur Panjang

Hibunda – Hamil dan melahirkan adalah babak yang berat untuk wanita. Karena itu saat sebelum mengawalinya, dibutuhkan penyiapan yang masak baik secara mental dan fisik.

Disamping itu, seorang wanita perlu pikirkan faktor umur sebelum akan memulai program hamil. Mengawali kehamilan pada usia yang masak bisa punya pengaruh pada keadaan Bunda dan Sang Kecil.

Beberapa orang menyangkutkan umur hamil yang terlampau masak dengan permasalahan kesehatan yang dirasakan ibu di masa datang. Tetapi menurut sebuah riset, melahirkan pada usia masak rupanya bisa membuat seorang wanita berumur panjang.

Melahirkan di Atas 30 Tahun Membuat Bunda Umur Panjang

Riset itu dilaksanakan pada 1200 wanita yang sudah melahirkan dan sudah masuk saat menopause. Beberapa periset temukan jika Bunda yang melahirkan anak terakhir kalinya pada umur 30 sampai 40 tahun, berkesempatan mempunyai umur lebih panjang.

Hasil itu bisa disaksikan dari telomer lebih panjang, selanjutnya dibanding ibu yang melahirkan anak paling akhir pada usia lebih muda ataupun lebih tua dari 30 sampai 40 tahun. Telomer sendiri ialah sisi paling ujung dari DNA yang berperan membuat perlindungan DNA dan kromosom dari kerusakan.

Telomer lebih panjang dipercayai akan membuat seorang berumur lebih panjang, dan telomer lebih pendek mengisyaratkan kebalikannya. Walau perlu dites , tetapi riset ini dipercayai sudah hasilkan hasil yang tepat capai 95 %.

“Wanita yang melahirkan anak paling akhir mereka pada usia lebih tua kemungkinan mempunyai telomer lebih panjang. Telomer adalah sesuatu pertanda biologis kesehatan periode panjang dan usia panjang,” kata pakar pandemiologi di Kampus North Carolina, Chase Latour, d ikutip dari Mail Online.

Faktor yang lain membuat ibu berusia panjang

Riset berkaitan melahirkan pada usia masak dapat membuat Bunda berumur lebih panjang memanglah belum bisa dibuktikan 100 % tepat. Karena, panjang dan pendeknya telomer sebagai sebuah tanda usia panjang bisa dikuasai oleh faktor lain, yaitu pola hidup.

Bunda yang berpenampilan hidup lebih sehat, seperti teratur konsumsi makanan yang bergizi dan olahraga, dipercayai mempunyai telomer lebih panjang dibanding yang tidak mengaplikasikan pola hidup sehat.

Berdasar riset itu bisa diambil kesimpulan jika penting untuk seorang wanita untuk memerhatikan umur saat sebelum mengawali kehamilan dan melahirkan. Tetapi, hal itu tidak hanya untuk beberapa Bunda saja. Faktor umur bisa mempengaruhi kesuburan.

Hubungan faktor umur Ayah dan kesempatan hamil

Sejauh ini, beberapa orang yang memandang jika umur wanita jadi pemasti salah satu kehamilan. Walau sebenarnya, faktor umur seorang pria bisa juga mempengaruhi kesempatan untuk hamil, Bunda.

Merilis dari The New York Times, sebuah riset memperlihatkan jika pria yang berumur 45 tahun saat istrinya mengawali kehamilan bisa tingkatkan dampak negatif bayi lahir dengan keadaan prematur dan berat tubuh rendah.

Hal itu karena saat umur telah di atas 40 tahun, kualitas sperma akan menyusut dan dapat menjadi sudah terkena beberapa zat yang buruk. Sperma yang telah turun kwalitasnya ini jika bertahan di dalam kandungan kemungkinan akan melahirkan bayi yang keadaan kesehatannya buruk.

Berdasar riset ini, penting untuk Bunda dan Ayah memerhatikan faktor umur saat sebelum mengawali proses kehamilan sampai melahirkan. Umur yang masak pada Bunda tidak cuma dapat perpanjang umur, tetapi juga bisa melahirkan Sang Kecil yang sehat fisik dan psikis.

Hal yang juga sama berlaku pada Ayah. Jika memang ingin tunda kehamilan, pastikan Ayah selalu jaga keadaan badan masih tetap sehat supaya tingkat kesuburan selalu konstan dan sperma yang dibuat juga berkualitas.

About Author

Ayu Dwi Amira