37°C
27 February 2024
Gizi Makanan

Manfaat Tempe Untuk Otak Anak Menurut Ahli Gizi

  • September 30, 2023
  • 5 min read
Manfaat Tempe Untuk Otak Anak Menurut Ahli Gizi

Hibunda – Aktris Indonesia, Nikita Willy, mengutarakan jika putranya, Issa Xander Djokosoetono, suka makan tempe yang populer sebagai menu murah dan banyak manfaat.

“Kita tahu, kan, tempe itu makanan ciri khas Indonesia, proteinnya tinggi, bagus, dan murah . Saat hamil, saya nyaris tiap hari makan tempe, tidak tahu saya, tuch, ingin sekali makan tempe,” kata Nikita Willy d ikutip dari detikhot, Selasa (25/7/2023).

“Di saat Issa mulai MPASI (makanan pengiring ASI), saya coba tempe sekali Issa dapat makan sangat banyak tempe itu . Maka menurut saya, tempe ialah makanan kesukaannya ia. Ia dapat makan nasi gunakan tempe saja jika jemu makan apapun itu,” tambah Nikita.

Manfaat Tempe Untuk Otak Anak

Faedah tempe untuk kesehatan anak

Dokter specialist nutrisi, dr. Johanes Chandrawinata, mengutarakan jika tempe bisa dipakai sebagai makanan tambahan bayi berumur 6 bulan ke atas karena mempunyai kandungan protein yang nyaris sama dengan daging hewan.

“[Tempe] menjadi alternatif daging,” tutur dr. Johanes ke CNBC Indonesia, Selasa (25/7/2023).

“Kandungan omega-3 tempe berbentuk asam alfa-linolenic bagus untuk perubahan otak dan mata anak,” tambahnya.

Johanes menjelaskan, tempe ialah makanan sehat tinggi protein, memiliki kandungan prebiotik, dan mineral dan vitamin yang bagus untuk anak. Tempe per 100 g memiliki kandungan 195 Kalori, 11 gr lemak, 3,4 gr lemak jemu, 2,6 gr asam lemak tidak jemu double (PUFA), 3,8 gr asam lemak tidak jemu tunggal (MUFA), 7,6 gr karbohidrat, dan 20 gr protein.

“Zat besi dalam tempe capai nyaris 15 % keperluan harian, Kalsium 10 %, riboflavin 20 %, niasin 13 %, , Magnesium 20 %, fosfor 22 %, dan mangan 56 %,” tutur dr. Johanes.

Walaupun tempe mempunyai kandungan yang bagus untuk kesehatan anak, dr. Johanes memperjelas jika tempe bukan salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak. Dengan begitu, dia merekomendasikan orangtua untuk memberi macam makanan ke anak.

“Ikan dan kacang, seperti walnut memiliki kandungan omega-3 . Maka, makanan bayi yang bervariatif pasti lebih bagus. Apa lagi zat besi pada daging itu lebih gampang diresap dibanding tempe,” kata dr. Johanes.

Langkah bagus memproses tempe sebagai menu makanan anak

  1. Bayi 6-9 Bulan

Potong tempe tipis-tipis dalam ukuran dua jemari orang dewasa, lalu masak sampai empuk. Potongan tempe dapat dikonsumsi secara langsung atau di oseng dengan minyak dan digabung sayur tinggi Vitamin C.

Manfaat Tempe Untuk Otak Anak Menurut Ahli Gizi

“Sayur tinggi Vitamin C, seperti paprika dan brokoli [baik untuk digabung dengan] supaya membenahi peresapan zat besi dari tempe,” kata dr. Johanes.

  1. Bayi 9-12 Bulan dan Anak 12-24 Bulan

Masuk umur 9 bulan, anak bisa mulai diberi tempe masak memiliki ukuran kecil dan divariasikan kaldu.

“Untuk bayi berumur 9-12 bulan dapat dikasih tempe masak ukuran kecil sekali makan. Disamping itu, tempe dapat diproses sebagai alternatif daging cincang atau direbus dalam kaldu atau santan,” tutur dr. Johanes.

Dalam pada itu, tempe yang diberi untuk anak berumur 12-24 bisa dibuat jadi kari, cah, salad, atau sop.

“Berhati-hati bahaya terselak. Buat menghambat terselak, masak tempe sampai empuk lalu potong sama ukuran sama sesuai umur bayi. Jika alergi, stop pemberian tempe,” tegas dr. Johanes.

Mencuplik dari situs sah Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), tempe ialah salah satu sumber nabati yang mempunyai kandungan B12. Kandungan Vitamin B12 dalam tempe sekitar dari 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 g tempe kering yang dimakan.

“Jumlah ini telah lebih dari cukup buat penuhi keperluan Vitamin B12 seorang setiap hari,” tulis Kemenkes, d ikutip Selasa (25/7/2023).

Menurut Kemenkes, tempe memiliki kandungan sumber vitamin B yang prospektif, yakni Vitamin B1 (Tiamin), Vitamin B2 (Riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (Niasin), Vitamin B6 (Piridoksin), dan Vitamin B12 (Sianokobalamin).

Berikut faedah tempe untuk kesehatan :

  1. Mengontrol Gairah Makan

Beberapa riset temukan jika diet tinggi protein bisa tingkatkan produksi panas hingga sanggup tingkatkan metabolisme badan dan membakar semakin banyak kalori.

Disamping itu, diet tinggi protein bisa menolong mengontrol selera makan karena mempunyai dampak rasa kenyang lebih lama hingga tidak gampang lapar.

Menurut study yang dipublikasi PubMed Central, cemilan kedelai tinggi protein bisa tingkatkan selera makan, rasa kenyang, dan mempunyai kualitas diet yang bagus bila dibanding cemilan tinggi lemak.

Disamping itu, riset memperlihatkan jika protein kedelai dapat sama efektifnya dengan protein berbasiskan daging saat mengontrol selera makan.

Pada sebuah riset pada 2014, 20 lelaki penderita kegemukan dikasih diet tinggi protein yang memiliki kandungan protein berbasiskan kedelai atau protein berbasiskan daging. Sesudah dua minggu, ke-2 diet itu mengakibatkan pengurangan berat tubuh, pengurangan selera makan, dan kenaikan rasa kenyang, tidak ada ketidaksamaan krusial di antara ke-2 sumber protein itu.

  1. Turunkan Kandungan Cholesterol

Tempe yang dibuat dari kedelai memiliki kandungan senyawa alami tanaman isoflavon. Isoflavon ialah senyawa yang erat berkaitan dengan pengurangan kandungan cholesterol. Sebuah pantauan pada sebelas study temukan jika isoflavon kedelai sanggup secara krusial kurangi cholesterol keseluruhan dan cholesterol jahat (LDL).

Dibanding dengan protein hewani, protein kedelai sanggup kurangi cholesterol LDL sejumlah 5,7 % dan cholesterol keseluruhan sejumlah 4,4 %. Disamping itu, protein kedelai kurangi trigliserida sejumlah 13,3 %.

Pada sebuah riset hewan pada 2013, beberapa periset temukan jika tempe mempunyai dampak pelindungan pada hati dan bisa membenahi kerusakan beberapa sel hati pada contoh tikus yang mempunyai kerusakan hati.

  1. Kurangi Depresi Oksidatif

Depresi oksidatif ialah keadaan ketidakseimbangan radikal bebas dan anti-oksidan pada tubuh yang bisa mengakibatkan kerusakan sel dan jaringan. Dalam periode panjang, depresi oksidatif dapat memacu beragam penyakit akut, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker

Study memperlihatkan jika isoflavon kedelai mempunyai karakter anti-oksidan dan bisa kurangi depresi oksidatif. Berdasar laporan study, anti-oksidan bekerja dengan menetralisir radikal bebas.

Banyak study sudah memperlihatkan jika isoflavon bisa kurangi pertanda depresi oksidatif dengan tingkatkan kegiatan anti-oksidan pada tubuh. Dalam pada itu, study lain temukan jika suplementasi dengan isoflavon kedelai berpengaruh baik dalam beberapa keadaan kesehatan yang erat berkaitan dengan depresi oksidatif.

Menariknya, sebuah study yang dipublikasi oleh PubMed Central pada 2015 temukan jika tempe mempunyai kegiatan anti-oksidan lebih besar bila dibanding olahan kedelai yang lain.

  1. Jaga Kesehatan Tulang

Tempe berperanan saat jaga kemampuan dan kepadatan tulang karena mempunyai kandungan kalsium yang lebih tinggi. Dijumpai, konsumsi kalsium yang cukup bisa menghambat berlangsungnya dampak negatif osteoporosis.

Sebuah study yang dipublikasi PubMed Central temukan jika tingkatkan konsumsi kalsium bisa menolong perkembangan dan kepadatan tulang pada beberapa anak dan remaja. Disamping itu, konsumsi kalsium menolong meminimalkan dampak negatif tulang keropos dan menurunnya tulang pada lansia.

Walaupun produk susu ialah sumber kalsium yang umum, riset memperlihatkan jika kalsium dalam tempe diresap baik, seperti kalsium dalam susu. Dengan begitu, tempe bisa jadikan opsi yang baik sekali untuk tingkatkan konsumsi kalsium.

About Author

Ayu Dwi Amira