37°C
27 February 2024
Kesehatan

Krisis Iklim Berdampak Timbulnya Penyakit Baru

  • Januari 24, 2024
  • 2 min read
Krisis Iklim Berdampak Timbulnya Penyakit Baru

Hibunda – Perubahan iklim merupakan salah satu masalah global yang paling mendesak saat ini. Perubahan iklim dipicu oleh emisi gas rumah kaca yang menyebabkan suhu bumi meningkat. Pemanasan global ini berdampak luas pada kehidupan di bumi, termasuk memengaruhi cara kita berhubungan dengan spesies lain. Hal ini ternyata berefek pada kesehatan dan risiko infeksi kita.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa perubahan krisis iklim telah memperparah lebih dari 200 penyakit menular dan puluhan kondisi tidak menular, seperti gigitan ular berbisa. Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko penyakit menular melalui berbagai cara, yaitu:

  • Memperluas jangkauan vektor penyakit. Kenaikan suhu bumi dapat memperluas jangkauan vektor penyakit, seperti nyamuk, kutu, dan lalat. Vektor penyakit ini dapat menyebarkan penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan Lyme.
  • Meningkatkan populasi vektor penyakit. Perubahan iklim juga dapat meningkatkan populasi vektor penyakit. Hal ini karena vektor penyakit lebih menyukai lingkungan yang hangat dan lembap.
  • Meningkatkan durasi musim penularan penyakit. Perubahan iklim dapat memperpanjang durasi musim penularan penyakit. Hal ini karena suhu bumi yang lebih hangat dapat memperpanjang masa hidup vektor penyakit.
  • Meningkatkan kerentanan manusia terhadap penyakit. Perubahan iklim dapat meningkatkan kerentanan manusia terhadap penyakit. Hal ini karena perubahan iklim dapat menyebabkan stres, malnutrisi, dan gangguan kekebalan tubuh.

Berikut adalah beberapa contoh penyakit baru menular yang dapat diperburuk oleh perubahan iklim:

  • Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Malaria merupakan penyakit menular yang paling mematikan di dunia. Perubahan iklim telah memperluas jangkauan nyamuk Anopheles, sehingga malaria menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak terjangkau.
  • Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah merupakan penyakit menular yang terjadi di daerah tropis dan subtropis. Perubahan iklim telah meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti, sehingga demam berdarah menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak terjangkau.
  • Lyme adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan oleh kutu Ixodes scapularis. Lyme merupakan penyakit menular yang terjadi di daerah beriklim sedang. Perubahan iklim telah memperluas jangkauan kutu Ixodes scapularis, sehingga Lyme menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak terjangkau.

Perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia. Upaya mitigasi perubahan iklim harus diperkuat untuk melindungi alam juga manusia. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko penyakit menular yang disebabkan oleh perubahan iklim.

About Author

Ayu Dwi Amira