37°C
27 February 2024
Gaya Hidup

Kenali Ikigai Prinsip Hidup Orang Jepang Agar Panjang Umur

  • Oktober 3, 2023
  • 5 min read
Kenali Ikigai Prinsip Hidup Orang Jepang Agar Panjang Umur

Hibunda – Kemungkinan Bunda dapat coba ikigai yang umum diaplikasikan oleh orang Jepang. Ikigai ialah sebuah pedoman hidup yang telah berkembang di negeri matahari keluar sudah sejak lama. Ingin tahu dengan keterangan selengkapnya?

Apa Bunda tengah merasa jemu, hampa, capek, dan tidak semangat untuk jalani kegiatan rutin setiap hari? Keadaan ini dikenali kritis keberadaan diri, yang merujuk pada hati tidak nyaman hal opsi, arti, dan kebebasan dalam kehidupan.

Apabila sudah ini, jangankan berencana masa datang, mengutarakan argumen tentu untuk lakukan beberapa hal yang remeh saja rasanya tidak mampu. Tetapi, Bunda harus terus berusaha untuk mengambil langkah maju, kan?

Kenali Ikigai Prinsip Hidup Orang Jepang Agar Panjang Umur

Dikutip dari Savvy Tokyo, kata ikigai asal dari masa Heian (794-1185 M). Psikiater medis dan pakar evolusi ikigai, Akihiro Hasegawa melaunching sebuah makalah riset di tahun 2001 di mana dia menulis jika kata gai asal dari kata kai yang ditranslate jadi cangkang dalam Bahasa Jepang.

Sepanjang masa Heian, cangkang kerang memiliki peranan yang penting, hingga kata-kata yang terkait dengannya selalu dipakai dalam istilah baru. Misalkan, istilah hatarakigai (働きがい) yang bermakna nilai tugas dan yarigai~ga aru (やり甲斐がある) yang bermakna pantas untuk dilaksanakan.

Namun, seiring waktu berjalan, kata gai diartikan sebagai kunci atau nilai untuk tentukan tujuan hidup. Lantas, kata ini dikombinasi kata iki yang memiliki makna kehidupan, hingga ikigai bisa disimpulkan sebagai argumen untuk hidup. Pedoman hidup berikut yang membuat Bunda bangun tiap pagi dan maju terus.

Cukup banyak sosiolog, periset, dan wartawan yang sudah mempelajari masalah kebenaran ide ikigai. Mereka juga sampai dalam beberapa ringkasan, seperti pedoman hidup ini bisa dibuktikan bisa membuat hidup semakin lama dan terukur.

Di bulan September 2017, program TV terkenal Jepang Takeshi no katei no igaku bekerja sama dengan satu kelompok periset lakukan riset di kota kecil Kyotango di Kyoto, lokasi yang 3x semakin banyak warga di atas umur 100 tahun dibanding rerata negara lain.

Program ini ingin ketahui faktor dibalik usia panjang beberapa warga di situ. Mereka mulai meng ikuti 7 orang berumur akhir 90-an dan awalnya 100-an dimulai dari pagi sampai subuh, lakukan test darah, dan pemeriksaan kesehatan yang lain.

Hasilnya benar-benar menarik, bisa dibuktikan ke-7 orang itu memiliki angka dehydroepiandrosterone (DHEA) yang tinggi sekali, hormon steroid yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal yang diyakinkan beberapa orang sebagai hormon usia panjang.

Seterusnya, beberapa pria dan wanita itu rupanya memiliki hoby yang positif, lho. Seorang wanita berumur akhir 90-an kelihatan habiskan beberapa saat sehari-harinya untuk memahat kedok tradisionil Jepang, pria lain melukis, dan lainnya pergi memancing tiap hari.

Meskipun korelasi di antara memiliki hoby dan kenaikan DHEA tidak dapat ditunjukkan dengan ilmiah, tapi program itu merekomendasikan beberapa orang supaya minimal mempunyai satu perihal yang membuat masih tetap tertarik, konsentrasi dan senang saat jalani hidup. Karena, hal itu ke arah kehidupan lebih lama dan berbahagia.

Ini Konsep Orang Jepang yang Tolong Temukan Tujuan Hidup Sekalian Membuat Panjang Usia

Beauties, apa kamu sedang merasa jemu, hampa, capek, dan tidak semangat untuk jalani kegiatan rutin setiap hari? Keadaan ini dikenali kritis keberadaan diri, yang merujuk pada hati tidak nyaman hal opsi, arti, dan kebebasan dalam kehidupan.

Apabila sudah ini, jangankan berencana masa datang, mengutarakan argumen tentu untuk lakukan beberapa hal yang remeh saja rasanya tidak mampu. Tetapi, kamu harus terus berusaha untuk mengambil langkah maju, kan?

Ikigai Prinsip Hidup Orang Jepang Agar Panjang Umur

Kemungkinan kamu dapat coba ikigai yang umum diaplikasikan oleh orang Jepang. Ikigai ialah sebuah pedoman hidup yang telah berkembang di negeri matahari keluar sudah sejak lama. Ingin tahu dengan keterangan selengkapnya? Yok, baca tulisan berikut!

Ide Ikigai dan Asal-Usulnya

Dikutip dari Savvy Tokyo, kata ikigai asal dari masa Heian (794-1185 M). Psikiater medis dan pakar evolusi ikigai, Akihiro Hasegawa melaunching sebuah makalah riset di tahun 2001 di mana dia menulis jika kata gai asal dari kata kai yang ditranslate jadi cangkang dengan bahasa Jepang.

Sepanjang masa Heian, cangkang kerang memiliki peranan yang penting, hingga kata-kata yang terkait dengannya selalu dipakai dalam istilah baru. Misalkan, istilah hatarakigai (働きがい) yang bermakna nilai tugas dan yarigai~ga aru (やり甲斐がある) yang bermakna pantas untuk dilaksanakan.

Namun, seiring waktu berjalan, kata gai diartikan sebagai kunci atau nilai untuk tentukan tujuan hidup. Lantas, kata ini dikombinasi kata iki yang memiliki makna kehidupan, hingga ikigai bisa disimpulkan sebagai argumen untuk hidup. Pedoman hidup berikut yang membuat kamu bangun tiap pagi dan maju terus.

Kenapa Ikigai Penting?

Cukup banyak sosiolog, periset, dan wartawan yang sudah mempelajari masalah kebenaran ide ikigai. Mereka juga sampai dalam beberapa ringkasan, seperti pedoman hidup ini bisa dibuktikan bisa membuat hidup semakin lama dan terukur.

Di bulan September 2017, program TV terkenal Jepang Takeshi no katei no igaku bekerja sama dengan satu kelompok periset untuk lakukan riset di kota kecil Kyotango di Kyoto, lokasi yang 3x semakin banyak warga di atas umur 100 tahun dibanding rerata negara lain.

Program ini ingin ketahui faktor dibalik usia panjang beberapa warga di situ, hingga mulai meng ikuti 7 orang berumur akhir 90-an dan awalnya 100-an dimulai dari pagi sampai subuh, lakukan test darah, dan pemeriksaan kesehatan yang lain.

Hasilnya benar-benar menarik, bisa dibuktikan ke-7 orang itu memiliki angka dehydroepiandrosterone (DHEA) yang tinggi sekali, hormon steroid yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal yang diyakinkan beberapa orang sebagai hormon usia panjang.

Seterusnya, beberapa pria dan wanita itu rupanya memiliki hoby yang positif, lho. Seorang wanita berumur akhir 90-an kelihatan habiskan beberapa saat sehari-harinya untuk memahat kedok tradisionil Jepang, pria lain melukis, dan lainnya pergi memancing tiap hari.

Meskipun korelasi di antara memiliki hoby dan kenaikan DHEA tidak dapat ditunjukkan dengan ilmiah, tapi program itu merekomendasikan beberapa orang supaya minimal mempunyai satu perihal yang membuat masih tetap tertarik, konsentrasi dan senang saat jalani hidup. Karena, hal itu ke arah kehidupan lebih lama dan berbahagia.

About Author

Ayu Dwi Amira