37┬░C
27 February 2024
Kehamilan

Ini Teknologi Fertilitas Berbantu yang Legal di Indonesia

  • Februari 6, 2024
  • 2 min read
Ini Teknologi Fertilitas Berbantu yang Legal di Indonesia

Hibunda – Bagi pasangan suami istri yang tengah mendambakan momongan, kehadiran buah hati tentu menjadi anugerah yang dinantikan. Namun, terkadang kondisi medis tertentu bisa membuat kehamilan alami menjadi sulit. Dalam situasi seperti ini.

Teknologi fertilitas berbantu (TFB) bisa menjadi harapan untuk mewujudkan impian memiliki keturunan. Penting dipahami, di Indonesia, surogasi atau praktik meminjam rahim untuk mengandung embrio dilarang keras. Namun, terdapat beberapa teknologi TFB yang legal dan bisa dipertimbangkan.

Mengapa Surogasi Dilarang di Indonesia?

Larangan surogasi di Indonesia tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 039 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Reproduksi Berbantu. Alasan pelarangan ini didasari pada berbagai pertimbangan, seperti potensi eksploitasi perempuan yang menjadi ibu pengganti, serta permasalahan terkait status hukum dan pewarisan anak yang lahir melalui surogasi.

Meski surogasi dilarang, pasangan suami istri yang mengalami kesulitan hamil masih memiliki pilihan melalui teknologi fertilitas berbantu yang legal, yaitu:

  • Inseminasi Intrauterin (IUI): Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan sperma yang sudah diproses langsung ke dalam rahim wanita pada masa subur. IUI umumnya direkomendasikan untuk mengatasi masalah kualitas sperma yang kurang baik atau adanya gangguan pada leher rahim wanita.
  • Fertilisasi In Vitro (IVF): Prosedur ini lebih kompleks dibandingkan IUI. Prosesnya melibatkan pengambilan sel telur wanita dan sperma pria, kemudian keduanya dibuahi di laboratorium untuk menghasilkan embrio. Embrio yang berkualitas baik kemudian dimasukkan kembali ke dalam rahim wanita. IVF efektif mengatasi berbagai masalah ketidaksuburan, seperti gangguan pada saluran tuba falopi, endometriosis, atau jumlah sperma yang sangat sedikit.
  • Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI): ICSI merupakan teknik khusus yang digunakan dalam prosedur IVF. Sperma yang sehat secara langsung disuntikkan ke dalam sel telur untuk memperbesar peluang pembuahan. Teknik ini umumnya digunakan ketika kualitas sperma sangat buruk atau terdapat kesulitan fertilisasi secara alami.

Pertimbangan Sebelum Menjalani TFB:

Sebelum memutuskan menjalani TFB, penting bagi pasangan suami istri untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpengalaman dalam bidang fertilitas. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Untuk mengetahui penyebab ketidaksuburan dan menentukan TFB yang paling sesuai. Selain itu, perlu dipahami bahwa TFB merupakan prosedur medis dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi tergantung pada berbagai faktor.

Meskipun surogasi tidak diperbolehkan, kehadiran teknologi fertilitas berbantu yang legal menawarkan harapan bagi pasangan suami istri yang mengalami kesulitan hamil. Dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis dan memilih TFB yang tepat, peluang untuk mewujudkan impian memiliki buah hati bisa semakin terbuka.

About Author

Ayu Dwi Amira