37°C
28 February 2024
Kesehatan

Cerita Ibunda: Perkembangan Anak Terhambat Akibat Kurang Asupan Stimulasi

  • September 29, 2023
  • 4 min read
Cerita Ibunda: Perkembangan Anak Terhambat Akibat Kurang Asupan Stimulasi

Hibunda – Sebagai orangtua, menyaksikan dapat berkembang dan tumbuh secara baik sama sesuai umurnya memang menjadi kebahagiaan tertentu. Tetapi, ada-ada saja faktor yang membuat tumbuh berkembang anak terhalang, satu diantaranya kurang memberi pada sang kecil. Ini juga yang dulu pernah dirasa oleh ibu dua anak dengan inisial M.

Saat anak sulungnya lahir, dia dan suaminya akui terlampau repot bekerja sampai cukup meremehkan tumbuh berkembang anaknya. Diawali saat anaknya masuk umur tujuh bulan dan sulit sekali makan. Masalah pengasuhan bayi, termasuk makan, diberikan ke baby sitter atau pengasuh di dalam rumah. Karena GTM, M juga sepakat untuk memberi handphone saat anak makan.

Perkembangan Anak Terhambat Akibat Kurang Asupan Stimulasi

Beberapa bulan selanjutnya, M mengetahui perubahan anaknya tidak jalan sama sesuai umurnya. Saat diundang, sang kecil tidak memberi respon, sulit memegang barang, susah merayap, dan baru dapat jalan saat umurnya 19 bulan. Saat diberi beberapa pertanyaan simpel juga, ia kelihatan ketidaktahuan.

Dengan beragam langkah, M dan suaminya mulai berusaha mengajarkan dan menuntun anaknya. Di tengah proses itu, dia memang belum bawa anaknya ke dokter karena dia belum temukan dokter yang oke di kota rumahnya. Tetapi dari info yang dia ketahui dari internet, anaknya seperti memperlihatkan tanda-tanda autisme.

Untuk memburu ketinggalan masalah tumbuh berkembangnya, M pada akhirnya memilih untuk hidup tanpa TV dan handphone. Sesudah cari banyak info melalui internet, dia temukan therapy ABA/VB (Applied Behavior Analysis Verbal dan Verbal Behavior) dan berusaha pelajarinya. Therapy ABA/VB itu juga diaplikasikan ke anaknya, dan perlahan-lahan cara itu berbuah hasil. Sang kecil bisa mulai bicara dan dapat mengungkapkan kemauannya perlahan-lahan.

Pada usia empat tahun, anak sulung M sekarang telah memperlihatkan perubahan. Dari kisah hidupnya itu, M mengetahui jika anak perlu mendapatkan stimulan dan perhatian yang cukup supaya bisa berkembang dan tumbuh secara baik.

Mam, perlu dimengerti jika anak-anak mungkin memerlukan therapy sikap, seperti ABA/VB. Dengan therapy sikap pada anak yang terhalang perubahannya, diharap sang kecil dapat tingkatkan kekuatan untuk mengawali ide, menyesuaikan, atur, mengawasi, dan mengontrol proses info dan sikap –atau yang disebutkan executive functions.

Terapi Sesuai Kebutuhan Anak

Ada bermacam tipe therapy sikap yang ditujukan untuk beberapa anak yang perubahannya terhalang, termasuk anak berkebutuhan khusus. Salah satunya yang tersering diaplikasikan ialah ABA yakni Applied Behaviour Analysis. Selainnya ABA, ada yang disebutkan VB yakni Verbal Behaviour. VB terkadang disebutkan ABA/VB karena cabang dari ABA.

Walau demikian, ABA dan VB ini berlainan ya, Mam. ABA ialah program edukasi yang intens dan terancang yang memecahkan sikap dan kekuatan kompleks jadi elemen simpel. Melalui ABA, anak akan pelajari tiap elemen dengan mencoba langsung, lalu disaksikan bagaimana mereka memberi respon sebuah stimulan, seperti object atau suara. Sementara pendekatan VB –dalam therapy ABA– mempunyai tujuan untuk memperlihatkan pada anak nilai dari berbicara memakai bahasa.

Cerita Ibunda: Perkembangan Anak Terhambat Akibat Kurang Asupan Stimulasi

“VB ini berbeda sama therapy wicara. Jika therapy wicara kan diajarinya seperti lebih ke bagaimana sich mengeja intonasi tertentu, menjadi lebih ke modulasi audionya. Jika VB di sini kita ajarin anak untuk memakai kekuatan ilmu bahasanya sebagai biaya untuk berperangai yang lebih bagus di peradaban sosialnya,” terang Terapi Sikap, Maizan Dianati, SPsi, M.Sc

Jadi umumnya beberapa anak yang hendak diterapi VB telah mempunyai ketertarikan dan kekuatan dasar untuk berbicara, dapat duduk tenang sepanjang 15-30 menit, sampai memahami beberapa perintah simpel. Beberapa anaknya juga telah berumur pra sekolah, dan anak yang alami persoalan emosional karena masalah berbicara.

Sementara, therapy ABA diperuntukkan untuk anak yang susah mengatur diri, tidak dapat duduk tenang sepanjang 15-30 menit, dan kerap tantrum. Selanjutnya tingkat perhatian dan endurance yang lebih rendah, belum atau mungkin kurang pahami ide ketentuan, rutinitas yang memiliki sifat maladaptif, kekuatan daily living yang lebih rendah, dan masalah perubahan seperti ASD, ADHD, dan DS.

Sementara dikutip situs Autisme, dalam therapy ABA/VB, anak mulai akan belajar minta barang yang diharapkan, info dan kegiatan. Anak diharap dapat minta suatu hal saat dia betul-betul inginkannya, seperti minta makanan saat dia lapar.

Bersamaan dengan anak yang makin terpacu dan sanggup dalam menggunakan bahasa, faktor lain dengan bahasa perlu dikenalkan sebagai sisi berikan motivasi mereka, yaitu:

  • Receptive repertoire: Meng ikuti perintah tanpa memerlukan bahasa
  • Intraverbal: Memberi respon pengucapan seseorang secara verbal
  • Tact: Memberikan nama, Menggambarkan sebuah benda
  • Echoic: Mengikuti perkataan seseorang
  • Imitation: Mengikuti pergerakan seseorang
  • Textural: Kekuatan membaca
  • Transcriptive: Kekuatan menulis
About Author

Ayu Dwi Amira