37┬░C
28 February 2024
Kehamilan

Cara Tubuh Bumil Persiapkan Diri Pasca Kelahiran

  • November 29, 2023
  • 4 min read
Cara Tubuh Bumil Persiapkan Diri Pasca Kelahiran

Hibunda – Saat sebelum mengawali persalinan, Bunda sudah pasti harus menyiapkan diri baik secara psikis atau fisik. Dalam soal fisik, badan mainkan peranan penting pada proses persalinan.

Badan akan memberi signal ke otak untuk memberi sirene jika persalinan supaya selekasnya diawali. Saat badan menyiapkan diri ke arah persalinan, ada pertanda yang bisa dirasa.

Ketahui langkah badan menyiapkan diri ke arah persalinan dan tanda-tanda penting. Apalagi, jika ini jadi kehamilan pertama untuk Bunda.

Cara Tubuh Bumil Persiapkan Diri Pasca Kelahiran

Langkah badan menyiapkan diri ke arah persalinan

Tiap orang dapat rasakan pertanda persalinan yang tidak sama setiap kehamilannya. Karena itu, Bunda tidak harus cemas jika tidak merasa kannya menjelang melahirkan.

Tetapi, minimal ada banyak pertanda tentu dirasa, khususnya saat badan siap-siap ke arah persalinan. Nach, berikut sudah HaiBunda kumpulkan dari sejumlah sumber, 4 langkah badan menyiapkan diri untuk ke arah persalinan:

  1. Rasakan kontraksi palsu lebih kuat

Langkah badan menyiapkan diri ke arah persalinan bisa dengan timbulnya kontraksi palsu yang seringkali. Selainnya frekwensinya, kontraksi palsu menjelang persalinan berasa semakin menyakitkan.

Kontraksi palsu atau braxton hicks kerap disebutkan sebagai penyiapan atau latihan untuk badan saat sebelum alami kontraksi yang sebetulnya. Walau kontraksi palsu kerap dipandang normal, tetapi jika terjadi dengan teratur dan jaraknya makin memendek, sebaiknya selekasnya ke rumah sakit.

Kontraksi palsu biasanya mulai berasa mulai umur kehamilan 20 minggu. Sementara kontraksi asli menjelang persalinan mulai berasa pada usia 37 minggu.

Durasi waktu kontraksi palsu terjadi sekitaran 30 sampai 2 menit dengan frekwensi yang tidak teratur dari hari ke hari. Dan kontraksi asli terjadi seringkali dan jeda jarak yang dekat, dan dengan durasi waktu sampai 70 detik. Begitu seperti d ikutip dari Healthline.

  1. Bayi ada dalam posisi siap lahir

Ketahui posisi bayi dalam kandungan dapat menjadi salah satunya pertanda persalinan telah dekat. Pada kehamilan pertama, biasanya bayi telah dalam posisi siap lahir semenjak minggu ke-35 kehamilan.

Posisi bayi yang bagus dan umum menjelang persalinan disebutkan posisi anterior, Bunda. Posisi ini membuat kepala bayi ada di sisi bawah dengan punggung yang menghadap keluar. Posisi ini bisa memudahkan bayi untuk keluar ke arah jalan lahir.

Tetapi walau bayi telah ada pada posisi yang siap lahir, juga penting untuk Bunda untuk mengetahui dan hitung pergerakannya tiap hari. Triknya dengan hitung jumlah sepakan yang dirasakan sebagai pergerakan Sang Kecil dari dalam perut.

“Perhitungan sepakan janin ialah sistem yang dapat dilaksanakan di dalam rumah pada periode kehamilan akhir untuk mengawasi pergerakan bayi dan menolong memandang kesehatannya dalam kandungan,” kata pendamping profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi di Howard University, Kristin Atkins, dikutip dari The Bump.

Jika merasa pergerakan bayi melamban, menyusut, atau tidak bergerak benar-benar, Bunda harus selekasnya diskusikan ke dokter.

  1. Keluar lendir dari vagina

Bunda mungkin rasakan lendir keluar vagina diakhir kehamilan. Ini dapat menjadi satu diantara pertanda melahirkan dan langkah badan menyiapkan diri untuk persalinan.

Cairan atau lendir yang keluar vagina bisa disebabkan karena serviks yang mulai melebar dan melunak. Lendir yang keluar dapat warna bening atau bersatu darah hingga warna merah muda atau kecokelatan. Jika lendir yang keluar banyaknya banyak, dibarengi berbau tidak enak, ngilu, dan gatal di vagina, Bunda seharusnya selekasnya kontrol ke dokter.

  1. Pecah ketuban

Ketuban atau cairan amnion adalah cairan yang melingkari Sang Kecil saat di dalam kandungan. Cairan ketuban berperan membuat perlindungan dan menolong perubahan bayi, Bunda.

Menjelang persalinan, janin mulai akan bergerak cari jalan lahir dan menyobek kantung ketuban. Kantung yang robek ini mengakibatkan air ketuban mengucur keluar vagina dan kerap disebutkan istilah pecah ketuban.

Ketuban yang pecah kadangkala disertai dengan kontraksi. Tetapi dalam beberapa kasus, ada pula ibu hamil yang alami pecah ketuban saat sebelum rasakan kontraksi. Bila ketuban telah pecah, selekasnya ke rumah sakit ya, Bunda.

Ada istilah ketuban pecah awal, yaitu keadaan di mana ketuban pecah saat sebelum persalinan diawali. Jika terjadi saat sebelum umur 37 minggu, Bunda membutuhkan perlakuan klinis selekasnya karena bisa beresiko pada janin.

Menjelang melahirkan memang beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Tidak cuma persiapan psikis, tetapi juga fisik. Ketahui peralihan yang terjadi dalam tubuh saat sebelum persalinan penting untuk menghambat kompleksitas dan permasalahan saat proses bersalin.

About Author

Ayu Dwi Amira