37°C
27 February 2024
Parenting

Cara Mendidik Batita Agar Tumbuh Cerdas

  • September 27, 2023
  • 8 min read
Cara Mendidik Batita Agar Tumbuh Cerdas

Hibunda – Sekarang ini sang Kecil telah masuk umur tiga tahun dan bisa menyebutkan namanya sendiri, dapat belajar hitung, dan menggambar. Telah makin pandai ya, Ma? Untuk memberikan dukungan tumbuh berkembang sang Kecil yang telah makin aktif dan pandai, Mama perlu sesuaikan triknya.

Karena itu, ini kali Team Pakar Nutrisi akan ajak Mama untuk cari tahu bagaimanakah cara mendidik anak umur tiga tahun yang pas dan dengan stimulannya.

Langkah Mendidik Anak Umur 3 Tahun

Anak umur tiga tahun dapat belajar dengan baik sekali lewat beragam jenis eksploitasi. Waktu mengeksploitasi lingkungan sekelilingnya dia manfaatkan semua pancaindranya. Selanjutnya dari dalam pikiran sang Kecil akan ada beberapa pertanyaan, mengapa suatu hal dapat ini dan mengapa dapat demikian.

Cara Mendidik Batita Agar Tumbuh Cerdas

Pada umur ini, kosakata anak makin kaya, hingga dia akan suka dengar narasi dan memakai khayalan mereka untuk memikirkan apa yang dikisahkan.

Kekuatannya untuk konsentrasi pada hal yang menurutnya menarik semakin. Disamping itu, Mama akan dikejuti kekuatan sang Kecil untuk pecahkan permasalahan secara unik dan kemungkinan sebelumnya tidak pernah terpikir oleh Mama sebelumnya.

Saat ini Mama sudah mengetahui bukan bagaimanakah cara yang pas saat mendidik anak umur tiga tahun? Kemudian, apa yang perlu Mama sampaikan ke anak umur tiga tahun supaya dia makin pandai saat jalani kehidupan setiap hari?

Saksikan keterangan selengkapnya berikut, Ma!

Sampaikan Anak Mengontrol Emosinya

Hal pertama kali yang dapat Mama sampaikan pada sang Kecil ialah mengajari sang Kecil untuk mengontrol emosinya.

Masuk umur tiga tahun sang Kecil bisa ekspresikan apa yang dia rasa dan kadangkala sang Kecil akan keluarkan ledakan emosi lebih dikenali istilah tantrum.

Cara Mendidik Batita Tumbuh Cerdas

Mama tidak butuh cemas bila sang Kecil tantrum, karena sikap itu sebuah hal yang normal dalam tahapan perubahan sang Kecil.

Tantrum disebabkan karena kekuatan sang Kecil yang masih belum prima saat mengatur emosi. Dia tidak dapat membandingkan mana langkah yang betul dan mana langkah yang keliru untuk ekspresikan hatinya.

Jika sang Kecil alami tantrum, Mama bisa lakukan langkah berikut untuk menolong sang Kecil mengatur emosinya:

  • Mama harus terus tenang.
  • Cari info apa pemicu sang Kecil tantrum.
  • Jangan berteriak ke anak atau memaksakan untuk diam.
  • Coba alihkan perhatian sang Kecil dengan buka buku yang memikat, membuat muka lucu, atau melihat-lihat beberapa benda bagus yang ada disekitaran lokasi.
  • Bila sang Kecil tantrum di lokasi yang ramai, Mama dapat ajak sang Kecil berpindah ke lokasi yang semakin tenang.
  • Jika sang Kecil ada pada keadaan atau lokasi yang mencelakakan keselamatannya, Mama perlu selekasnya jauhi sang kecil dari keadaan dan lokasi itu.
  • Mama bisa memakai sistem time-out bila sang Kecil tantrum dengan berulang-ulang. Meskipun tidak sampai hati, Mama harus secara tegas dan stabil lakukan time-out. Namun masih tetap pantau sang Kecil sepanjang time-out ya, Ma.
  • Jangan mengikuti semua tekad sang Kecil karena hanya mereka tantrum.

Bila Mama berserah pada anak yang tantrum, di masa datang, mereka akan memakai sistem ini untuk memperoleh apa yang mereka ingin.

  • Membuat chill-out atau calm-down spot memakai cushion, sofa, atau boneka khusus di tempat sekitaran rumah untuk menolong anak mengenal dan mengatur emosinya.
  • Ajari anak untuk ke tempat itu saat sang Kecil merasa sedih atau geram. Beritahu sang Kecil jika hal itu bukan sebuah hukuman tetapi sebagai langkah untuk menolongnya menentramkan diri saat sedang rasakan ledakan emosi.
  • Saat anak telah tenang, berikan sang Kecil dekapan dan perlihatkan jika apapun itu yang terjadi Mama masih tetap mengasihinya.
  • Dalam bahasa yang halus dan tenang, Mama bisa minta anak untuk bercerita apa yang membuat merasa kecewa, bersedih, geram, atau frustasi.

Sampaikan Keterdisiplinan

Tiap hari, dikit demi sedikit, sang Kecil akan kuasai kekuatan baru. Kemudian, dia tentu sukai sekali mengulang rutinitas mereka dengan beberapa cara yang kadangkala mengetes kesabaran Mama.

Nach, di umurnya yang ke-3 ini, Mama mulai dapat mengajarkan sang Kecil beberapa batasan mengenai apa yang bisa dilaksanakan dan apa yang jangan dilaksanakan atau kapan saat sang Kecil bisa lakukan suatu hal.sebuah hal.

Dalam kata lain, langkah mendidik anak balita umur tiga tahun dengan mengajarkannya keterdisiplinan. Mama mulai bisa mengajari sang Kecil untuk membereskan bermainannya sendiri saat usai dipakai, mulai mengajari sang Kecil agar dapat makan sendiri memakai alat makan simpel, dan memberi pola tidur.

Untuk mengajari keterdisiplinan pada anak, Mama bisa lakukan beberapa cara berikut:

  • Mengajari batas – Mengajarkan anak untuk mengenal hal yang salah dan benar. Di sini Mama dan Papah sebagai pengasuh khusus harus jadi contoh riil untuk sang Kecil.
  • Menyetujui ketentuan – Menyetujui ketentuan yang bisa di ikuti oleh sang Kecil. Pastikan Mama memberi keterangan dalam bahasa yang gampang dipahami oleh sang Kecil.
  • Menyetujui resiko – Sesudah menyetujui ketentuan yang hendak diaplikasikan, saat ini waktunya Mama menyetujui resiko apa yang hendak diterima saat sang Kecil menyalahinya.
  • Dengarkan sang Kecil – Mama jangan cepat-cepat memberi cap pada sang Kecil saat sebelum dengarkan pemikiran sang Kecil. Diamkan sang Kecil menerangkan apa yang terjadi dan lihat skema ceritanya.

Saat dia telah usai menceritakan dan Mama mengetahui ada sikap yang harus dilempengkan, seperti saat sang Kecil iri dengan rekan yang memperoleh bermainan baru, Mama bisa mengulasnya lebih dulu bukannya langsung memberi hukuman.

  • Memberi reinforcement positif – Langkah yang paling hebat saat mengajari disiplin pada anak dengan memberi perhatian yang cukup. Lihat apa yang dilaksanakan anak dan beri beragam jenis reinforcement pada tiap perlakuan positifnya.
  • Ucapkan secara jelas hal baik apa yang sudah dilaksanakan sang Kecil dan beri sanjungan yang akurat. Misalnya, “What a good job! Usai bermain bonekanya langsung dibalikkan kembali ke kotak bermainan. Saat ini play room Adik menjadi rapi.”
  • Meredam memberi tanggapan – Mengendalikan diri tidak untuk memberikan tanggapan pada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh sang Kecil memanglah tidak gampang.

Nach, mulai saat ini, Mama mulai bisa berusaha untuk biarkan sang Kecil lakukan banyak hal negatif (yang tidak beresiko) dengan tujuan untuk hentikan anak mengulang hal itu.

Misalnya waktu berkali-kali sang Kecil tinggalkan bermainannya di taman tanpa ingin membenahi, diamkan dia lakukan hal itu.

Saat bermainannya lenyap, dia akan belajar mengenai resiko dari perbuatannya.

Sesudah pahami bila perbuatannya memunculkan resiko tertentu, akan muncul kesadaran di pada diri sang Kecil jika, “Saya harus bertanggungjawab jaga dan menjaga bermainanku bila tidak ingin bermainan itu lenyap.”

Sampaikan Share dengan Orang Lain

Seterusnya, Mama bisa mengajari sang Kecil untuk share sama orang lain. Pada umur tiga tahun, sang Kecil mulai memahami ide “berganti-gantian dan share”.

Mereka mulai memahami jika berganti-gantian untuk menggunakan sesuatu barang dan share dengan adil adalah hal yang bagus untuk dilaksanakan. Walaupun demikian, sang Kecil kemungkinan tetap merasa kesusahan untuk menanti gantian atau memberikan bermainannya untuk dipinjamkan anak lain.

Karena itu, Mama bisa ajak sang Kecil untuk latihan share sama orang lain. Mama dapat ajak sang Kecil untuk bawa perbekalan biskuit ke sekolah dengan jatah lebih banyak untuk dibagi ke beberapa temannya atau ajak sang Kecil untuk memberi warna satu kertas gambar besar bersama dengan beberapa temannya.

Mama bisa juga mengajari sang Kecil untuk pinjamkan bermainan yang sudah usai dia mainkan ke temannya. Beri sanjungan setiap sang Kecil sukses menanti gantian dengan sabar atau mungkin dengan suka hati pinjamkan bermainannya.

Tetapi, jangan sampai memaksakan sang Kecil untuk pinjamkan bermainan atau barang apapun itu yang dia gunakan ya, Ma.

Hargai Hal yang Diraih sang Kecil

Meskipun nampaknya simpel, rupanya penghargaan yang Mama perlihatkan pada usaha dan perolehan sang Kecil memunculkan imbas yang lumayan besar.

Penghargaan yang Mama perlihatkan bisa tumbuhkan motivasi di pada diri sang Kecil untuk memperlihatkan sikap yang diharap.

Misalnya sang Kecil dengan suka-rela pinjamkan bermainannya ke adik ponakan lebih muda. Untuk anak yang tetap berumur tiga tahun, bermainan adalah barang yang bernilai.

Kerelaannya untuk share sebuah perolehan besar hingga pantas memperoleh animo dari Mama.

“You are such a good brother to your little sissy! Terima kasih ya telah pinjamkan mobil-mobilannya ke Adik. Sesudah Adik usai bermain, kelak mobilnya akan dibalikkan kembali ke Kakak.”

Belajar Baca, Tulis, dan Kalkulasi

Pada umur tiga tahun, sang Kecil cukup siap untuk dikenalkan oleh Mama Papah mengenai baca, tulis, dan kalkulasi.

Untuk memperkenalkan sang Kecil pada aktivitas membaca, menulis, dan hitung, Mama dapat:

  • Membacakan Buku Narasi Bermotif – Sebelum waktunya sang Kecil tidur, Mama bisa membacakan buku narasi bermotif. Mengajak sang Kecil jawab pertanyaan sesudah narasi usai dibacakan. Ini menolong membuat kekuatan sang Kecil untuk mengingat narasi yang Mama bacakan.
  • Memakai Flashcard Huruf dan Angka – Sang Kecil semakin lebih aktif dan situasi belajar berasa menggembirakan memakai kartu-kartu ini.
  • Memberi Buku Latihan Menulis – Belajar menulis sebuah proses yang panjang.

Untuk memberikan dukungan proses belajarnya, Mama bisa memberi buku kosong atau buku khusus latihan menulis. Pada usia tiga tahun, sang Kecil benar-benar menyenangi aktivitas mengikuti orang dewasa, ini dapat mama menjadikan kegiatan rutin latihan sang Kecil. Mengajak menulis bersama dimulai dari coretan dan memberi warna untuk meningkatkan rasa optimis sang Kecil.

About Author

Ayu Dwi Amira