37°C
28 February 2024
Kehamilan

Bahan Kimia Berbahaya Bagi Program Hamil

  • Oktober 17, 2023
  • 5 min read
Bahan Kimia Berbahaya Bagi Program Hamil

Hibunda – Konsepsi dan kehamilan ialah tingkatan yang penuh keinginan dan kebahagiaan dalam kehidupan seorang wanita. Tapi, di tengah-tengah keceriaan ini, penting untuk pahami begitu keutamaan mempertahankan kesehatan Bunda dan bayi yang dikandung.

Salah satunya faktor kunci yang penting jadi perhatian ialah menghindar dari paparan bahan kimia beresiko. Dampak paparan bahan kimia beresiko bisa berpengaruh krusial pada kesuburan wanita dan pria, dan kesehatan perubahan janin yang tumbuh.

Tetapi, janganlah sampai kekuatiran menghancurkan peristiwa kebahagiaan yang sekarang ini datang dalam kehidupan Bunda. Kami akan membagi info yang bisa menolong Bunda pahami keutamaan waspada pada bahaya lingkungan, mengenali bahan kimia tertentu yang seharusnya dijauhi saat coba hamil atau sepanjang kehamilan.

Bahan Kimia Berbahaya Bagi Program Hamil

Bahan kimia yang perlu dicurigai saat promil

Sama seperti yang dikutip dari Motherly, sepanjang proses konsepsi dan kehamilan, penting untuk Bunda untuk memerhatikan bahaya paparan bahan kimia beresiko.

Untuk mempertahankan kesehatan Bunda dan bayi yang dikandung, dianjurkan untuk menghindar dari beberapa bahan kimia tertentu. Berikut tutorial mengenai bahan kimia yang seharusnya dijauhi:

  1. Ftalat (Phthalate)

Phthalates ialah pengganggu hormon khusus yang bisa berpengaruh negatif pada perubahan reproduksi bayi lelaki sepanjang kehamilan dan mempunyai potensi memengaruhi perubahan mekanisme saraf.

Phthalates kerap diketemukan dalam produk pewangi sintetis dan plastik halus, seperti gorden kamar mandi. Langkah menghindar dari paparan phthalates yakni dengan menghindar dari pemakaian produk yang memberikan ‘wewangian’ atau ‘parfum’ sebagai berbahan.

Hindari pengharum ruang, plug-in beraroma, dan kantong sampah yang bau wangi. Tentukan peralatan binatu dan pencuci yang bebas dari pewangi.

  1. Pewangi/minyak wangi

Pewangi atau minyak wangi kerap kali dijaga sebagai info yang diproteksi oleh hak paten oleh produsen produk, hingga perusahaan tidak diwajibkan mengutarakan bahan apa yang dipakai di bawah cap itu. Istilah ‘wewangian’ atau ‘parfum’ bisa jadi memiliki kandungan bahan kimia seperti ftalat dan bermacam yang lain.

Langkah menghindariinya dapat dengan mengecek formasi produk, bila ada istilah aroma atau minyak wangi, Bunda dapat pikirkan untuk cari produk alternatif. Atau bila Bunda menyenangi wewangian, karena itu pilih produk yang memakai 100 % minyak fundamental.

  1. BPA dan turunannya

Bisphenol-A (BPA) dan turunannya kerap diketemukan dalam tempat plastik kaku, tambalan gigi, lapisan makanan kaleng, dan kertas kwitansi. Paparan BPA bisa berpengaruh negatif pada kesuburan dan folikel ovarium pada wanita.

Untuk menghindar dari BPA, Bunda dapat memakai botol air dan tempat makanan dari kaca atau baja tahan karat. Jauhi plastik, khususnya saat makan di luar, dan jangan panasi makanan dalam plastik.

  1. Triclosan

Triclosan kerap diketemukan dalam sabun antibakteri, odol tipe tertentu, dan produk perawatan individu yang lain, beberapa riset memperlihatkan bahan kimia ini bisa berpengaruh pada kesuburan wanita, termasuk mengusik peranan ovarium, kesuburan pria, dan perubahan reproduksi pria.

Untuk menghindariinya, lihat cap produk dan jauhi yang memiliki kandungan triclosan dalam formasnyai.

Lantas apakah ada bahan kimia yang lain yang beresiko untuk Bunda yang jalankan program hamil? Baca lanjutannya di halaman berikut, Bunda.

Rupanya lumayan banyak tipe bahan kimia yang dipandang beresiko untuk Bunda yang promil, selainnya beberapa bahan awalnya, berikut beberapa bahan kimia yang lain yang penting Bunda cermati dan hindari sepanjang promil.

  1. Paraben

Paraben biasanya dipakai sebagai pengawet dalam kosmetik, produk perawatan individu, dan makanan buatan. Seperti ftalat, paraben ialah pengganggu endokrin dan antiandrogenik, yang mempunyai potensi mengakibatkan permasalahan pada perubahan reproduksi.

Untuk menghindar dari paraben, pastikan Bunda membaca cap produk dan jauhi beberapa bahan yang memberikan kata paraben, seperti metilparaben, propilparaben, isopropilparaben, isobutilparaben, butilparaben, atau natrium butilparaben.

  1. PFAS (Per- and polyfluoroalkyl substances)

Zat kimia yang bertahan lama ini umumnya diketemukan pada perlengkapan masak anti lekat, beberapa barang yang anti air, dan baju dan furniture tahan bintik. Paparan PFAS yang terjadi pada periode kehamilan sudah bisa dibuktikan memengaruhi kesehatan reproduksi dan kesuburan pria.

Untuk menghindar dari paparan PFAS, jauhi perlengkapan masak anti lekat yang dilapis teflon atau PFAS yang lain.

  1. VOC pada cat dan bintik

Senyawa organik volatil (VOC) dalam cat dan bintik bisa menguap jadi udara, menyebabkan polusi udara di rumah. Paparan VOC bisa berpengaruh jelek pada kualitas udara di rumah dan kesehatan pernafasan. Saat melukis atau melakukan renovasi, pastikan untuk pilih cat dan bintik dengan kandungan VOC yang lebih rendah atau bebas VOC.

Untuk menghindar dari paparan senyawa organik volatil (VOC), jauhi mengimplementasikan cat atau bintik baru saat coba hamil atau sedang hamil.

  1. Formaldehida, VOC, dan penghalang api pada furniture baru

Beli furniture baru saat hamil, khususnya untuk kamar bayi, ialah hal yang umum. Tetapi, harus diingat jika furniture kayu pabrikasi, sama seperti yang dibuat dari MDF atau kayu eksperimen, kerap memiliki kandungan bahan kimia seperti formaldehida dan VOC. Formaldehida dipakai dalam lem untuk mengikat serpih kayu, dan penghalang api kerap dipakai pada furniture berlapis kain seperti sofa dan bangku.

Formaldehida dapat berpengaruh negatif pada perubahan dan kehamilan, termasuk dampak negatif kelahiran prematur. Pemakaian bahan penghalang api bisa mempengaruhi perubahan saraf. Untuk menghindar dari ini, tentukan furniture kayu kompak atau sisa. Pastikan furniture mempunyai sertifikasi seperti Green-Guard Gold dan sertifikasi rendah bahan kimia yang lain.

  1. Herbisida dan pestisida

Herbisida dan pestisida kerap diketemukan dengan jumlah lebih tinggi pada makanan non-organik, termasuk produk pangan, daging, dan makanan buatan. Bahan ini bisa disemprot di atas lapangan golf, taman, tempat umum, dan peternakan. Dalam jumlah tinggi, paparan pestisida bisa mengakibatkan masalah perubahan saraf, peralihan peranan ketahanan tubuh, dan dampak jelek pada reproduksi.

Untuk menghindar dari herbisida dan pestisida, tentukan makanan organik bila mungkin. Jauhi penyemprotan herbisida dan pestisida di pelataran rumah. Selalu pakai sepatu waktu ada di taman, lapangan golf, atau tempat umum. Dan pikirkan untuk memasang filter air yang kuat di dalam rumah, terlebih bila ada di dekat peternakan. Beberapa langkah ini bisa menolong membuat perlindungan Bunda dan calon bayi dari paparan herbisida dan pestisida beresiko.

Penting untuk dikenang jika tiap pribadi berlainan, dan reaksi pada bahan kimia tertentu bisa bervariatif. Selalu diskusikan sama dokter Bunda. Menghindar dari paparan bahan kimia beresiko ialah langkah awal yang terpenting saat mempertahankan kesehatan ibu dan bayi yang dikandung.

About Author

Ayu Dwi Amira